[TIPS] Cara Melindungi Akun Online Dengan 1Password
E-Teknopedia -Sebenarnya apa kelebihan 1Password? Mengapa begitu banyak blog
merekomendasikan 1Password ke setiap pembaca? Untuk mengenalkan
1Password, E-Teknopedia perlu bercerita sedikit.
Dahulu kala, hiduplah seorang juragan tempe yang berhasil membangun
bisnis online dengan memanfaatkan sosial media. Ia mempunyai Twitter
dengan jumlah 300 ribu follower, Facebook dengan 100 ribu fans, dan
situs yang selalu dikunjungi pelanggan setiap hari. Tiba-tiba suatu
hari, semua akun itu berhasil diretas, dan dihapus untuk selamanya. Sang
juragan tempe sekarang harus membangun kembali reputasi online dari
nol, hanya karena satu kesalahan. Ia menggunakan password “tempekularis”
untuk semua akun dia.
Cerita di atas memang sedikit berlebihan, tetapi bukan tidak mungkin
terjadi. Salah satu kesalahan pengguna Internet adalah menggunakan
password yang sama untuk setiap akun. Mereka merasa sebuah password yang
kuat dapat melindungi mereka dari ancaman hacker. Pemikiran ini salah
besar. Hacker hanya perlu meretas layanan yang menyimpan passwordmu,
seperti kasus Evernote yang sempat diretas.
Itulah mengapa setiap akunmu perlu menggunakan password yang unik, dan
kalau bisa juga kuat. Itulah mengapa kamu membutuhkan 1Password.
Apa Itu 1Password?
1Password
1Password adalah aplikasi yang berfungsi untuk membuat dan menyimpan passwordmu di setiap layanan. Ia juga mempermudah kamu login ke situs kunjunganmu dengan menyediakan extension-extension buat Safari, Chrome, dan Firefox. Tidak perlu lagi menghafal password yang banyak. Biar 1Passsword yang menangani semuanya.
Informasi yang bisa disimpan 1Password tidak sebatas password. Kamu
juga dapat menyimpan informasi pribadi lainnya seperti akun FTP, data
pribadi, catatan, lisensi aplikasi, dan nomor kartu kredit. 1Password
adalah pengganti dompet digital.
Mungkin yang perlu dipertanyakan adalah cara mengakses semua password
yang sudah tersimpan di 1Password. Hal tersebut bukan sebuah masalah
karena 1Password tersedia buat semua platform mulai dari iPhone, iPad,
dan bahkan Windows. Tidak mempunyai waktu memasang 1Password di komputer
rental? Manfaatkan sinkronisasi Dropbox untuk mengakses password secara
online.
Perlukah Kamu Menggunakan 1Password?
1Password merupakan sebuah aplikasi yang wajib bagi kamu yang
mempunyai banyak akun online. Saya sampai lupa berapa banyak waktu yang
terhemat berkat 1Password. Kamu tidak mau melewati proses reset password yang panjang.
Bagi yang masih ragu-ragu, 1Password menyediakan trial selama 30 hari
agar kamu dapat mengevaluasi manfaat aplikasi. Saya yakin, selama kamu
memahami cara kerja 1Password, kamu akan membeli 1Password setelah trial
habis.
Pengaturan Awal 1Password
Membuat File Baru 1Password
Ketika pertama kali menjalankan 1Password, kamu akan diminta untuk
membuat sebuah file baru yang akan dipakai untuk menyimpan semua
informasimu. Langkah selanjutnya adalah membuat master password
buat file tersebut. Ingat dan catat master password yang baru dibuat
karena ini satu-satunya kunci untuk mengakses semua datamu yang sudah
tersimpan. Tenang saja, kali ini kamu hanya perlu mengingat satu
password. Jadi pastikan master password yang dibuat benar-benar kuat. Membuat Master Password
Sebuah password yang kuat tidak harus terdiri dari simbol-simbol yang
aneh. Yang perlu kamu lakukan adalah meningkatkan jumlah kombinasi
password yang bisa ditembus dengan brute force, dan menjadikan proses peretasan brute force memakan waktu ratusan tahun.
Buat sebuah password yang mudah diingat, minimal 16 huruf, dan
sisipkan angka di antara password. Password “tempebelanja73kurangasam”
lebih mudah diingat dan sulit diretas dibandingkan ke “ku$4md4ntaj4m”.
Masukkan master password yang baru saja dibuat untuk mengakses halaman
utama 1Password.
Antarmuka 1Password
Sekarang kamu siap menggunakan 1Password untuk membuat dan menyimpan password. Sebaiknya kamu melihat sample data,
bisa kamu temukan di bagian bawah jendela aplikasi, yang sudah
disediakan oleh 1Password terlebih dahulu. Ubah tampilan menjadi list
view, dengan memilih tombol tengah di sisi kanan atas, agar bisa melihat
banyak daftar sekaligus. Menampilkan Kekuatan Password
Kamu dapat menampilkan kekuatan password dengan memilih View » Columns » Password Strength…
dari menu bar. Kekuatan password ditunjukkan dalam bar yang terletak di
sebelah setiap situs pada daftar. Semakin bagus sebuah password, maka
semakin penuh pula isi bar.
Extension 1Password
Memasang Extension 1Password
Selanjutnya kamu harus memastikan 1Password bisa kamu gunakan pada browser pilihanmu. Kamu dapat melihat extension yang tersedia dengan membuka halaman dukungan 1Password. Pilih extension yang akan kamu gunakan, dan pasang pada browser pilihanmu.
Menyimpan Semua Password ke 1Password
Sekarang kamu siap memindahkan semua password ke 1Password.
Persiapkan dirimu untuk mengingat kembali setiap situs yang pernah kamu
akses, atau paling tidak, sering kamu akses. Tidak usah memasukkan semua
password sekaligus. Cukup ingat yang sering kamu gunakan.
Terdapat beberapa cara untuk memasukkan data ke dalam 1Password: melalui aplikasi 1Password, atau bisa melalui extension. Saya menyarankan untuk memasukkan data dengan extension. Alasan utamanya adalah extension mampu mendeteksi lokasi situs dan kolom-kolom yang perlu diisi secara otomatis.
Berikut ini langkah-langkahnya:
Buka situs di mana kamu mempunya akun. Kalau kamu ingin menyimpan
data Tumblr ke 1Password, maka kamu perlu membuka http://www.tumblr.com.
Masukkan username dan password seperti biasa.
Baik berhasil maupun gagal masuk. 1Password tetap akan meminta master
password, apabila belum 1Password belum dibuka, terlebih dahulu agar
dapat mengakses data 1Password. Masukkan master password untuk membuka
gembok 1Password. Membuka Akses 1Password
Sebuah kolom di bagian atas Safari akan menawarkan cara cepat menyimpan username dan password yang baru diisi. Sebelum pilih «Save», beri login dengan nama yang deskriptif. Autosave 1Password
Seandainya kamu mempunyai lebih dari satu akun Facebook, maka nama
login bisa diisi dengan “Facebook | Nama”. Berikut ini contohnya:
Ulangi sampai semua situs yang kamu gunakan sudah tersimpan dalam 1Password.
Memperbaharui Semua Password
Tujuanmu berikutnya adalah mengganti semua password di setiap layanan
dengan password yang unik. Kegiatan ini memakan waktu, karena kamu akan
melewati proses reset password yang cukup lama. Saya sarankan untuk melakukannya pas kamu memang mempunyai waktu luang.
Kamu bisa mulai dengan mengganti password yang paling lemah, dengan
mengurutkan login di daftar berdasarkan kekuatan password, tercerminkan
pada setiap bar di sebelah kanan.
Buka situs di mana password ingin diubah. Setiap situs mempunyai
metode pengubahan password yang berbeda-beda. Tapi biasanya halaman
mengganti password terdapat dalam profile atau setting. Ikuti langkah-langkah yang diminta sampai halaman pembuatan password baru.
Buka kembali 1Password pada saat mencapai halaman pembuatan password
baru. Kali ini kamu akan membuat sebuah password baru yang lebih kuat.
Pilih Generated Password di sebelah sidebar. Jika belum muncul, kamu dapat memilih 1Password » Preferences… dari menu bar, dan centang Generated Password. Kemudian pilih File » New Item… » New Password… atau pilih dari tombol tambah di bagian bawah. Pilih Generated Password
Isi dengan nama layanan, misalnya Tumblr, untuk password yang dibuat.
Untuk pengaturan password, saya biasanya menggunakan pengaturan bawaan.
Saya menyarankan panjang password minimal 16 agar lebih aman. Pilih «Save» dan 1Password secara otomatis akan menyalin password ke clipboard. Membuat Password Baru Dengan 1Password
Buka kembali situs yang meminta konfirmasi password baru. Masukkan password yang baru disalin ke dalam kolom New Password dan juga, biasanya, kolom Confirm New Password dengan menggunakan Paste (Command+V). Kalau password yang disalin berbeda, maka kamu bisa copy kembali password yang dibuat dari 1Password.
Buka kembali 1Password dan pilih Logins dari
sidebar. Cari data login situs yang baru diubah. Misalnya kamu baru
mengubah password Tumblr, maka cari Tumblr. Klik dua kali kolom password
dan ganti dengan password baru. Mengubah Password Yang Tersimpan
Ulangi langkah-langkah di atas dengan password baru untuk setiap situs.
Kalau kamu berhasil mengikuti semua langkah-langkah sampai sini, maka
sekarang sudah menjadi lebih aman karena semua akun mempunyai password
yang unik. Meskipun satu akun diretas, kamu tidak perlu tergesa-gesa
mengubah password akun lain.
Login Menggunakan 1Password
Seharusnya kamu mempunyai kumpulan login situs-situs favoritmu di
1Password. Daripada harus membuka aplikasi 1Password setiap kali ingin
log in ke sebuah situs, sekarang kamu hanya perlu menggunakan extension
browser. Cukup tekan tombol 1Password dan pilih situs yang ingin kamu
akses. 1Password kemudian akan membuka halaman log in dan memasukkan username dan password ke dalam kolom. Kalau kamu menyalakan Autosubmit, yang bisa diatur langsung dari extension, maka 1Password akan menekan return secara otomatis buatmu. Login Menggunakan 1Password
Selain metode di atas, kamu dapat juga membuka situs secara langsng dan meminta 1Password mengisi informasi ke dalam kolom username dan password. Apabila ada lebih dari 1 akun pada situs yang sama, maka 1Password akan memintamu memilih dari daftar yang ada.
Fitur-fitur yang ditawarkan extension 1Password tidak kalah lengkap
dengan aplikasinya. Kamu bisa membuat, mengubah, dan menghapus data
login langsung melalui extension. Dokumentasi extension 1Password
menjelaskan langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk memanfaatkan
fitur-fitur yang saya sebutkan. Namun, saya lebih menyarankan pemula
melakukan semua hal di atas dari dalam aplikasi berhubung perubahan dari
extension tidak begitu tercerminkan dibandingkan langsung dari dalam
aplikasi.
Membawa Password Dengan Sinkronisasi Dropbox
Dengan begitu banyak password yang berbeda-beda, kamu pasti
membutuhkan cara untuk mengaksesnya setiap saat. Berkat Dropbox yang
mampu menyimpan datamu secara online, 1Password juga bisa kamu
sinkronasikan ke semua mesin milikmu: iPhone, iPad, Windows, dan Mac
yang lain. Caranya cukup sederhana; pindahkan file 1Password ke salah
satu folder Dropbox. Biasanya saya membuat sebuah folder baru bernama
“Vault” untuk menyimpan data konfigurasi aplikasi yang mendukung
sinkronisasi Dropbox.
Berikut ini adalah langkah-langkah memindah file 1Password ke Dropbox:
Jalankan 1Password.
Buka halaman pengaturan 1Password dengan memilih 1Password » Preferences… dari menu bar. Mengaktifkan Sinkronisasi Dropbox
Pilih «Move to Dropbox…».
Seharusnya kamu dapat menemukan sebuah file bernama 1Password.agilekeychain
di Dropbox. File tersebut menyimpan semua datamu yang telah dienkripsi
dan hanya bisa diakses oleh orang yang memegang master password.
Selanjutnya, apabila kamu memasang 1Password di Windows ataupun iPhone,
maka yang perlu kamu lakukan adalah menggunakan file tersebut sebagai
sumber data buat 1Password.
Kesimpulan
1Password merupakan salah aplikasi wajib saya yang harus terpasang.
Tidak ada lagi kejadian lupa password, ataupun melewati proses forget password yang menyebalkan. Semua password dan data pribadi semua tersimpan dalam satu tempat, dan hanya membutuhkan 1 password.
0 komentar:
Posting Komentar